Gairah Sex Istri simpanan Bos 2

Dengan sebelah tangan kuambil bagian dari cairan kenikmatan itu, dan kutunjukan pada Desi yang mukanya kini memerah itu, Desi tak berkomentar hanya merintih augh…..sambil menuangkan cairan putih itu ke dadanya. Setelah itu, memek Desipun kujilati lagi untuk menghilangkan sebagian cairan yang tadi. Desi kembali merintih dan berkata gila kamu Duuud…….. Akupun paham kalau dia kecapaian dan baru saja sampai kepuncak kenikmatan dan butuh istirahat.
Maka kutarik wajahku dari memeknya, lalu aku berdiri mengambilkan beberapa botol minuman buah yang tersedia di kamar itu. Kuberikan satu padanya, Desipun mengambilnya sambil berkata “Dud kamu memang luar biasa” katanya memuji. “Aku bilang itu belum seberapa”, oh ya…..jawabnya. Kamipun duduk beristirahat mengatur nafas, mengumpulkan tenaga. Sambil istirahat ku puji-puji kecantikan Desi sambil meraba-raba bagian tubuhnya yang paling sensitif, kulihat Desipun sangat menikmatinya.
Karena selalu kugoda Desi nampaknya cepat terangsang lagi, tiba-tiba Desi berdiri dan bertolak pinggang sambil berkata agak marah “Dud kamu curang, celana piama kamu belum dibuka,”. Melihat Desi yang berdiri sambil bertolak pinggang itu tampak nyata betapa hampir sempurnyanya wanita ini kala telanjang. Lalu akupun menjawab “kalau mau buka sendiri”, sambil kutarik tubuh Desi yang telanjang itu dalam pangkuanku.
Tubuhnya yang molek itu menindih aku, tanpa diperintah Desi kini jauh lebih agresif. Dia mula menciumi aku mulai dari mulut hingga ke leher terus ke dadaku yang penuh bulu dan terus ke perut. Dan terus kebawah lagi, tapi terhalang oleh celana piamaku, iapun menarik celana piamaku dan kini hanya tinggal cdku yang menggelembung. Perlahan tapi pasti Desi membuka perlahan cd, dan perlahan pula timbul rudal yang telah lama dinantikan Desi.
Desi langsung melorotkan cdku dan betapa kagetnya Desi ketika melihat kontolku yang gede, panjang dan hitam itu. Saking kagetnya, Desi sampai menarik badannya kebelakang dan melihatku sambil bertanya “Dud ini punya kamu, apa kontol kuda, gede amat,” katanya terheran. “Muat enggak ke memek aku yang kecil ini”, sambung sambil tangannya meraba memeknya. Lalu kubilang “mau enggak nih, kalau enggak tutup lagi,”. “Oh jangan yang gede gini justru yang akan memberikan kenikmatan yang luar biasa,” jelasnya. Sambil berkata demikian mukanya diarahkan pada kontolku yang gede itu dan mulutnya yang mungil menjilati kontolku dan tak lama kemudian, dimasukannya kontol ke mulutnya dan sibuklah Desi menghisap dan menjilati kontolku, aku yang duduk merasakan kenikmatan yang tiada taranya, ku belai-belainya rambut Desi. Desipun kelihatan sangat menikmati kontolku yang gede itu, dihisapnya kontol dalam-dalam lalu kepala Desi bergerak maju mundur mengocok kontol gede itu. Namun kontol itu hanya masuk seperempat saja kemulutnya.
Desi rupanya cukup punya inisiatif, cairan putih yang tumpah dari memeknya dan kini masih membasahi dadanya digunakan untuk meremas-meremas kontolku. Desi melepaskan hisapannya dan sedikit mengangkat badannya, sehingga kontolku dan susu Desi tepat berhadapan. Maka didekapkanlah dadanya dan kedua tangannya digunakan untuk mendorong susunya untuk menekan kontolku. Kini kontolku terjepit dan menghilang diantara dua buah susunya. Dan Desipun menggerak-gerakan ke atas kebawah sehingga kontolku timbul dan tenggelam dianatara dua susu itu. Dengan adanya bekas cairan itu maka, keadaan menjadi licin dan bukan main enaknya yang kurasakan, kontol dijepit oleh kedua susu.
15 menit sudah kunikmati permainan mulut Desi atau kontolku, aku tahu Desi tak akan sanggup mengeluarkan lahar yang ada dalam kontolku. Maka akupun mulai bergerak, duduk agak tegak agar tubuh Desi mendekat dan mulailah kupermainkan kembali teteknya yang indah itu. Desipun merintih iih….iiiiiih…..iih….lalu kuangkat tubuh Desi dan Desipun melepaskan hisapannya. Aku ajaknya Desi pindah ke atas kasur busa yang empuk itu. Sesampai di atas kasur, posisi kami berubah menjadi 69, bukan main sukanya Desi, jerit dan rintih kenikmatan kembali keluar dari mulut Desi. Auuuuugh….. “kontol rasa madu”, katanya berteriak, akupun menimpali “memek rasa madu,”. Ditengah asyiknya saling menghisap tiba-tiba Desi menarik badannya, sambil berkata Dud aku enggak tahan……. masukin doooong………..kontolmu” pintanya merintih.
Aku tahu kalau kumasukan langsung dari atas mungkin akan agak sakit, karena itu, aku tarik tubuh Desi ke pinggir ranjang, pantat Desi kini ada di pinggir ranjang, dan selangkangannya ku buka lebar-lebar, sehingga tampak memeknya yang merah itu. “Masukin…cepeeeeet”, pintanya. Sebelum kumasukan kupegang kontolku dan kugesek-geskan ke itil Desi. Desi menjerit auuuuugh……..geliii…..enaaaaak……teruuusssss……. dan terus kugesek-gesekan. Diantara dinding memeknya kulihat cairan putih bening, pertanda Desi berada dalam puncak nafsu yang amat luar biasa.
Desi kembali teriak masukiiiiinn……….enggak tahaaaaaan……., mendengar teriakannya enggak tega juga kalau terus kepermainkan. Maka perlahan-lahan kontolkupun ku masukan perlahan-lahan, terasa olehku cairan putih bening itu memperlancar masuknya kontolku. Setelah kepalanya masuk, maka perlahan tapi pasti kumasukan lebih dalam lagi, saat itulah terdengar Desi merintih, iiihhhh……..iihhhhh……..auuuugh………auuuugh …….. sedaaappp……..enaaakkk………dan terus mulutnya berkicau. Akupun semakin bergairah maka kutekan terus hingga 70% kontolku amblas ke memek Desi yang kecil nan Indah itu. Karena memek itu kecil maka kurasakan seperti ada yang meremas-meremas kontolku, nikmat bukan main. Maka mulailah aku mengolahnya, mula-mula ku tarik ke depan dan kebelakang hingga Desi menjerit histeris auuuuuuugh…………
auuuuuuuuuuugh………………auuuuuuuuuugh……………….teruuuuuussssss…………
terusssss…… sambil tangannya memegang seprai kasur seperti orang yang mau melahirkan. Setelah maju mundur, maka kini kuputar-putar kontolku yang gede itu dalam memek Desi yang mungil itu. Sehingga kini dinding memek atas, bawah kiri, kanan benar-benar tersentuh kontol, maka bukan main jeritan yang keluar dari mulut Desi augh……..augh………ah……..aahhhh………., ennaaakkk……….
teruuuuussssss………………., ssssttt, kataku mengingat Desi yang menjerit-jerit, sebab khawatir terdengar oleh orang lain. Namun Desi kini sedang diatas puncak kenikmatan yang tiada taranya, diapun mengacuhkan peringatanku.
“Wah bahaya kalau begini caranya”, pikirku. Karena itu, kudoyongkan badanku ke arah badannya, dan kuremas-remas susunya yang montok nan indah itu. Jeritan Desi semakin menggila auwww…………auw……..augh……jeritnya. Agar tidak terus berisik, maka kusumpel mulutnya dengan mulutku, kulumat bibirnya dan kuhisap lidahnya, maka kini Desi tak bunyi lagi. Namun demikian, Desi sedang merasakan kenikmatan yang luar biasa sekaligus. Memeknya yang kecil terus kutusuk-tusuk dengan kontolku yang gede, sementara itu tangaku meremas-remas susunya yang montok, pada saat yang sama mulut dan lidahnya kuhisap habis. Sementara itu Desi sendiri menggoyang-goyangkan dan memutar-mutar pantatnya hingga kontol yang besar itu masuk ke segala arah dari memeknya.
Namun tiba-tiba Desi mempercepat goyangannya dan memeluk erat tubuhku dan mulutnya menggigit mulutku, aku mengerti Desi tak akan lama lagi segera orgasme, karena itu, semakin ku percepat genjotan kontolku. Benar saja tiba-tiba Desi menjerit dan mengeong seperti kucing beranak. Augh……..aku enggak tahaaannn……..keluaaaaaar lagi………… augh………..segala macam bunyi keluar dari mulut Desi. Pada saat yang sama terasa olehku adanya lahar panas yang membasahi kontolku. Ketika ku genjot lagi terdengar bunyi berdecak creek……creekk……. Bunyi ini rupanya memberikan kenikmatan dan tenaga baru bagi Desi.
Dengan bunyi itu Desi tak minta untuk istirahat sejenak, namun terus menggenjot pantatnya dan minta ganti posisi. Kini Desi minta diatas, maka kupersilahkan posisinya diatas. Desi pun berdiri tepat diatas kontolku, lalu dia dari atas merendahkan badannya, dengan selangkangan terbuka dan memek yang menganga, saat kepala kontolku menyentuh memeknya Desi sempat berhenti sejenak dan melihat kontolku yang gede, seakan takut kalau memeknya yang mungil itu rusak. Belum lagi memek itu masuk semuanya Desi sudah merintih sambil mengangakan mulutnya, karena ia sedang mengkhayalkan kenikmatan yang akan segera datang.
Perlahan tapi pasti, maka bleessssss…..semua kontolku masuk semuanya ke dalam memek Desi. Desipun pun mengangkat badannya, lalu menurunkannya lagi diatas kontolku, nikmat bukan main rasanya yang kurasakan. Tubuh Desi yang bergoyang turun dan naik membuat pemandangan menjadi lebih indah, sebab kedua susunya juga turut bergerak-gerak beriringan. Bergoyangnya susu Desi bagiku merupakan tantangan, maka kuangkat kepalaku menuju ke arah susu yang indah itu, lalu kuraihnya dan  kuisapnya. Desipun menjerit augh………..nikmaaaat………teruuussssss………..gila enaaakkk……entah kata-kata apalagi yang keluar dari mulut Desi yang kini berada di puncak kenikmatan.
Dalam buku psikologi sek yang aku baca biasanya kalau perempuan posisinya berada diatas akan lebih cepat orgasme. Kini apa yang terjadi dengan Desi tak jauh beda, meski telah dua kali orgasme, namun Desi adalah jenis orang yang sensitif. Maka ketika susunya kuhisap dan kuremas, juga kujilati, maka lagi-lagi tubuh Desi menggelinjang-gelinjang laksana cacing kepanansan. Augh…….augh…….oohhhhh………oohh………
terusssssss…….enak gilaa………luar biasa………..kontolll………memekkkkkk……..
auuuuuuuuuuuugh………….auuuuuuuuuugh……Dud kamu gila aku enggak tahan lagi niiiihhhhhhhhh……………..Desipun mempercepat genjotannya dan tiba-tiba dia mengejang sambil mendekapku, aku keluaaaarrrrr……….enaaakkkkkk……enaaakkkk………kata sambil menjerit-jerit. Akupun merasakan ada cairan panas menyirami kontolku.
Tubuhnya yang pebuh keringat itu lunglai sambil memeluk ku. Namun aneh Desi memang hiper sek mungkin, perlahan kugerakan kembali kontolku yang dalam memeknya tiba-tiba, Desi menjerit lagi, augh……aku mau lagi……..gila enak…….kontol kamu dud……enaaakkk………….luar biasa…….. diapun menggoyang-goyangkan dengan lebih cepat tubuhnya dan aahhh……augh……….aku mau keluar lagiiiiii………ampuuuunnnn…… enaaakkkkk………., cairan panas keduapun kembali kurasakan. Sementara iu aku sendirpun belum ada tanda-tanda akan keluar.
“Dud kamu belum mau keluar?” tanyanya. “Gila benar-benar gilaaa”…. katanya geram. Aku tahu Desi kecapaian, “istirahatlah dulu”, pintaku sambil kuturunkan tubuhnya dari atas badanku. Lalu kuambilkan handuk kecil dan minuman buah segar. Kuserahkan minuman buah segar itu dan kuelap tubuh Desi yang basah kuyup oleh keringat itu. Desipun mulai minum buah segar itu sambil duduk, dan dengan penuh perasaan kuelapi sambil kupuji-puji kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Desi rupanya sangat menikmati segala yang kulakukan.
“Dud kok kamu kuat amat, sudah empat kali aku orgasme, tapi kamu belum sekalipun,” gila!” kamu minum obat, atau jamu atau racun apa sampai kuat amat” katanya. Aku dari sejak kecil di kampung biasa makan buah paria yang pahit itu atau buah sejenisnya yang memang pahit tanpa kusadari buah-buahan itu ternyata berkhasiat dapat menahan untuk tidak cepat orgasme. Kalau begitu beruntunglah aku malam ini mendapatkanmu. Setelah 10 menit kami beristirahat, jam sudah menunjukan jam 11.30 berarti kami bermain sudah 1,5 jam.
Ditengah perbincangan itu, tiba-tiba Desi memegang tanganku sambil berkata, “Dud aku mencintaimu”, entahlah tiba-tiba ada perasaan lain dalam diriku, terhadapmu”. Aku bukan hanya terpuaskan olehmu, tapi terus terang sekarang ada perasaan cinta dalam dadaku ini. “Dada yang mana,  kan sudah kuhisap, remas-remas,” sahutku berlagak bodoh. “Dud jangan bercanda aku serius mencintaimu, aku tak ingin berpisah denganmu,” oh…..betapa aku mencintaimu,” katanya. Melihat ini akupun menjadi tak tega, “aku juga menyangimu Des,” sahutku, Desi bukan main gembiranya mendengar ucapanku itu, “betulkah ohhhhhh”……. dan Desipun memeluku.
Desipun kemudian melihat kearah kontolku yang masih saja tegang, ohh…kontol wasiat. Tiba-tiba Desi naik lagi keatas tubuhku, dia tampaknya ingin mengambil posisi diatas lagi, namun hal ini cepat kucegah jangan diatas lagi, salah-salah kamu bisa mati kehabisan cairan,” kataku, Desipun tersenyum bangga, jadi sekarang bagaimana tanyanya. “Nungging”, kataku, “oh iyah”, jawabnya. Maka Desipun Nungging, perlahan tapi pasti kuarahkan kontolku yang gede itu ke memek Desi yang menganga itu. Blessss…….kembali kontolku memasuki memeknya yang mungil itu, tanpa dipinta Desi menggoyangkan pantatnya dan memaju mundurkan badannya. Gaya nungging ini kami lakukan cukup lama sekitar 10 menit.
Lalu posisi kami berganti lagi, kami berdiri berhadapan dan sebelah kaki Desi diangkat diatas ranjang, hingga lubang memeknya jadi terbuka, maka kumasukan kontolku ke memeknya. Desipun merintih ihhhh…….iiihhhh…………..enak juga ngewe sambil diri yah……sambil menggoyang-goyang pantatnya. Tangankupun bergerak menuju gunung kenikmatan dan kuremas-remas susunya. Augh……….enaaakkkkkk……Desi menjerit panjang.
Dud, kelihatannya aku enggak lama lagi niiihhhhh…. bakalan keluar lagi…Namun pada saat yang sama kawah didalam kontolku juga sudah bergelora mau keluar. Tahu akan hal maka Desi kuajak berbaring diatas kasur busa yang empuk. Pahanya kembali mengangkang sehingga memeknya yang memerah kelihatan dengan sangat jelas. Kupegang kontolku dan kugesekan ke arah itilnya, Desi menjerit iiiihhhh……..geliiii……. Cepet masukiiiiinnn……..enggak tahan niiihhhhh…….namun semakin menjerit-jerit semakin nikmat rasanya aku mempermainkannya. Puas mempermainkannya pelan pelan kumasukan lagi kontolku dan bless…..oooohhhh……..jerit Desi. Merasakan kontol sudah amblas Desipun menggoyangkan kedua pantatnya dengan amat cepatnya sehingga jadi agak berputar-putar, kondisi ini bukan main nikmatnya. Akupun semakin cepat menggenjot keluar masuknya kontol, hal ini membuat Desi terus merintih…..terusssss…….lagiii……. enaaaakkkkk…….sampai pada tahap tertentu tiba-tiba Desi berhenti dan mengatakan Dud aku udah enggak tahaaannnnn……..”aku juga sudah mau keluar,” jawabku. “Kita keluar bareng,” katanya. Maka laksana di komando kami menggenjot memek dan kontol dengan kecepatan yang luar biasa, sampai pada akhirnya Desi tiba-tiba mengejang memelukku sangat kuat sambil teriak Duuuuuuddd…………..keluaaarrrr…………… Enaaakkkk…………..augh…………..ooohhh………. pada saat yang samapun bendungan di kontolku sudah tak tertahan lagi, maka kudekap Desi dengan erat, akupun memanggil namanya Des………..aku  keluaaaarrrrr……….auuuuugh………auuuugh…….auuuugh……..dan dua cairan panaspun beradu, bukan main nikmatnya, nikmat yang tiada taranya.
Kami berduapun lunglai sambil tetap berpelukan. “Dud kamu perkasa,” kata Desi. Des susu dan memek kamu enak luar biasa, nikmatnya,” pujiku. Desi tampak senang. Namun segera aku ingat akan Pak Broto, maka aku bisikan “Des gimana pak Broto?” “tenang aja dia enggak bakal bangun sampai besok pagi jam 10,” jawabnya meyakinkan. Jam sudah menunjukan jam 12.00 dua jam sudah kami bertempur, kuambil selimut lalu kututupi tubuh Desi dan kamipun tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat


Artikel Bikin Mupeng Lain-nya:

0 komentar:

Poskan Komentar